Masaru Emoto, Secret Life of Water
Kamis, 07 Juni 2012
Rabu, 30 Mei 2012
Curently Listening To...
Kembali kepada suatu hal membuat kamu suka. Beberapa minggu ini aku menemukan beberapa musik yang agak ciamik untuk didengarkan (and Thank God, finally they saved me). Akhirnya aku kembali lagi ke dunia permusikan "barat" setelah sekian lama tersesat di negeri "timur" dan berusaha sangat keras untuk mengerti apa yang mereka ucapkan tapi yang hanya dapat aku mengerti ada kata "사랑해요" dan teman-temannya. Terbilang fail memang jika melihat kondisi kalau aku sudah mencoba untuk memahami sekitar kurang lebih 10 bulan, and it doesn't work :|
Oke, daripada bagian ini dipenuh dengan penyesalan-penyesalan yang tiada habis, sekarang aku bakal cerita beberapa musik yang akhir-akhir ini sedang aku "mainkan secara rodi" dari pagi sampai malam.
Oke, daripada bagian ini dipenuh dengan penyesalan-penyesalan yang tiada habis, sekarang aku bakal cerita beberapa musik yang akhir-akhir ini sedang aku "mainkan secara rodi" dari pagi sampai malam.
Senin, 20 Februari 2012
Album Review: miss A: The 4th Project "Touch"
Beberapa minggu lalu, aku mendapat kabar dari sebuat web, yang memang up-to-date dalam memberitakan tentang entertainment di korea, mengenai comeback miss A yang akan terjadi pada bulan februari. Mungkin, comeback ini terjadi lebih cepat dari artis-artis yang berada di bawah naungan JYPent lainnya. Setelah pada tahun lalu, lebih tepatnya bulan agustus-september, miss A menggebrak persaingan ketat KPOP dengan "Goodbye, Baby", yang menurut aku merupakan track terbaik yang pernah dimiliki oleh miss A atau bahkan JYP sendiri, comeback ini menjadi sesuatu yang sangat dinanti, akan seperti apa miss A di tahun 2012..
Satu minggu berlalu dengan menampilkan teaser-teaser dari masing-masing anggotanya; Suzy, Fei, Min, Jia. Dan perilisan tracklist di albumnya, akhirnya, pagi tadi rilis lah track yang diberi judul "Touch". Awalnya aku berpikir kalau track ini akan menceritakan tentang, "ngapain sih lu cowo touch-touch gue (baca: pegang-pegang gue)" dan ternyata dugaan saya sangat meleset sejauh mata memandang!! Check the video below:
Satu minggu berlalu dengan menampilkan teaser-teaser dari masing-masing anggotanya; Suzy, Fei, Min, Jia. Dan perilisan tracklist di albumnya, akhirnya, pagi tadi rilis lah track yang diberi judul "Touch". Awalnya aku berpikir kalau track ini akan menceritakan tentang, "ngapain sih lu cowo touch-touch gue (baca: pegang-pegang gue)" dan ternyata dugaan saya sangat meleset sejauh mata memandang!! Check the video below:
Tuntutan
Minggu ini menjadi minggu yang berat buat aku, di samping minggu pertama oerkuliah dimulai, hal lain yang membuat aku berpikir minggu ini menjadi berat adalah tuntutan dari setiap orang yang ada di sekitar aku. Tuntutan untuk bergaul secara lebih; Tuntutan untuk membantu dengan tenaga yang ekstra lebih; Tuntutan untuk menjadi pemimpin yang baik; Tuntutan menjadi seorang pria. Begitu lah yang terjadi, singkatnya, terkadang aku tidak baik dalam meregulasi emosi yang ada di dalam diri.
Satu cerita, sebuah tuntutan yang datang dari klub belajar bahasa korea aku. Alkisah, ketua kelas di kelas aku menghilang, dengan alasan yang bisa dimengerti aku kira, dan kemudia terjadi pemilihan satu pihak tanpa melibatkan kampanye dan segala embel-embelnya dan terpilihkan aku sebagai ketua kelas selanjutnya. Dua pertemuan terakhir, dari tanggal sekarang, menjadi masalah. Aku sedang banyak pikiran, utang, danbeban, sampai-sampai aku tidak dapat mengingat nama teman sekelas aku, padahal kami suka pulang bareng. Suatu ketika, seorang anak labil, panggil saja dia Afika (yang lagi ngehip karena iklan Oreo itu loh) "agak memperolok" masalah yang terjadi pada aku, tentang mengingat nama dengan embel-embel "nanti kalau ga inget nama pasiennya gimana?" hingga akhirnya beberapa jam lalu, dia menulis sebuah komentar di grup kelas dengan mengatakan "masa pemimpin ga tau nama-nama rakyatnya sendiri?". Bagi aku, agak rancu dengan kata-kata tersebut? Jika dia berpendapat kaya gitu, aku berpikir aku memiliki rakyat yang sangat-sangat-sangat-sangat banyak. Apakah Pak SBY mengenal atau minimal mengetahui nama-nama rakyatnya? Beda konteks memang, tapi ya mau gimana lagi. Akhirnya, aku balas berkomentar di dalam grup itu, "kualitas lebih penting dibandingkan dengan kuantitas", tidak lupa dengan emote icon ":)". Lalu, beberapa menit yang lalu dia membalas, "kuantitas menentukan kualitas". Bagi aku, kuantitas (jumlah yang banyak) belum menentukan kita memiliki kualitas yang baik. Bayangkan saya, kamu memiliki 4531 teman di facebook yang kamu add asal karena kamu merasa kalau dia tampan/cantik melalui profil picturenya DAN bandingkan dengan kamu memiliki sedikit teman di facebook, namun kamu sangat mengenal orang-orang itu. Entah perumpamaan ini sesuai atau tidak dengan kondisi aku sekarang, tapi, sebel aja gitu, dia "seperti" ingin menjadi lebih superior dibandingkan aku.
Satu cerita, sebuah tuntutan yang datang dari klub belajar bahasa korea aku. Alkisah, ketua kelas di kelas aku menghilang, dengan alasan yang bisa dimengerti aku kira, dan kemudia terjadi pemilihan satu pihak tanpa melibatkan kampanye dan segala embel-embelnya dan terpilihkan aku sebagai ketua kelas selanjutnya. Dua pertemuan terakhir, dari tanggal sekarang, menjadi masalah. Aku sedang banyak pikiran, utang, danbeban, sampai-sampai aku tidak dapat mengingat nama teman sekelas aku, padahal kami suka pulang bareng. Suatu ketika, seorang anak labil, panggil saja dia Afika (yang lagi ngehip karena iklan Oreo itu loh) "agak memperolok" masalah yang terjadi pada aku, tentang mengingat nama dengan embel-embel "nanti kalau ga inget nama pasiennya gimana?" hingga akhirnya beberapa jam lalu, dia menulis sebuah komentar di grup kelas dengan mengatakan "masa pemimpin ga tau nama-nama rakyatnya sendiri?". Bagi aku, agak rancu dengan kata-kata tersebut? Jika dia berpendapat kaya gitu, aku berpikir aku memiliki rakyat yang sangat-sangat-sangat-sangat banyak. Apakah Pak SBY mengenal atau minimal mengetahui nama-nama rakyatnya? Beda konteks memang, tapi ya mau gimana lagi. Akhirnya, aku balas berkomentar di dalam grup itu, "kualitas lebih penting dibandingkan dengan kuantitas", tidak lupa dengan emote icon ":)". Lalu, beberapa menit yang lalu dia membalas, "kuantitas menentukan kualitas". Bagi aku, kuantitas (jumlah yang banyak) belum menentukan kita memiliki kualitas yang baik. Bayangkan saya, kamu memiliki 4531 teman di facebook yang kamu add asal karena kamu merasa kalau dia tampan/cantik melalui profil picturenya DAN bandingkan dengan kamu memiliki sedikit teman di facebook, namun kamu sangat mengenal orang-orang itu. Entah perumpamaan ini sesuai atau tidak dengan kondisi aku sekarang, tapi, sebel aja gitu, dia "seperti" ingin menjadi lebih superior dibandingkan aku.
Rabu, 25 Januari 2012
Whenever I played that song..
Kata seorang teman, yang mengaku ahli dalam permusikan, jika seorang teman lawan jenis memberikan sebuah rekomendasi lagu, bisa jadi, lirik dari lagu tersebut adalah ungkapan yang tidak bisa dia sampaikan secara langsung kepada kita, dan aku merasa bodoh akan hal itu. Aku selalu memberikan referensi lagu cinta ke teman-teman yang berlawanan jenis dengan aku tanpa aku menyadari dampaknya, atau mungkin hal itu tidak akan terjadi dan hanya aku aja yang terlalu memikirkannya padahal tidak pernah ada pengaruhnya pada orang-orang tersebut..
Orang-orang tersebut..
Sigh, Entah kenapa akhir-akhir aku merasa kehilangan, padahal dalam kenyataannya tidak ada yang hilang secara nyata dalam hidup aku. My life's doing great these days, tapi tetep aja perasaan kehilangan selalu meng-cover perasaan hidup yang baik itu. Kadang ingin melepaskan semua, dan aku merasa sedih kalau mengingatnya. Aku sendiri bingung, apa yang harus aku sedihi.
Beberapa lagu selalu menggambarkan perjalanan aku dengan beberapa teman, baik itu senang mau pun sedih. Walaupun setiap aku mendengarkan lagu itu dan mengingat pahit getirnya percintaan (bahasa lo, Rang -,-), tapi tetap saja aku mendengarkannya, bagaikan aku ingin kembali mengalami kepahitan tersebut.. Tapi ya sudah lah, apa yang terjadi hanya bisa kita jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak mengulangi kesalahan atau meningkatkan prestasi. Prestasi? prestasi patah hati, Rang?? Sampe kapan mau diem aja sedangkan kecengan loh selalu update status minta di-sms orang (yang tentunya bukan lo)?? Oke, mulai menyimpang dari judul, ya sudah lah. Semoga bermanfaat ya
Orang-orang tersebut..
Sigh, Entah kenapa akhir-akhir aku merasa kehilangan, padahal dalam kenyataannya tidak ada yang hilang secara nyata dalam hidup aku. My life's doing great these days, tapi tetep aja perasaan kehilangan selalu meng-cover perasaan hidup yang baik itu. Kadang ingin melepaskan semua, dan aku merasa sedih kalau mengingatnya. Aku sendiri bingung, apa yang harus aku sedihi.
"Whenever that song is played, whenever I walk these streetsMemories dig into my heart and torture meNo matter how much I block my ears and shoutLike a fool, I blankly stand here"
Beberapa lagu selalu menggambarkan perjalanan aku dengan beberapa teman, baik itu senang mau pun sedih. Walaupun setiap aku mendengarkan lagu itu dan mengingat pahit getirnya percintaan (bahasa lo, Rang -,-), tapi tetap saja aku mendengarkannya, bagaikan aku ingin kembali mengalami kepahitan tersebut.. Tapi ya sudah lah, apa yang terjadi hanya bisa kita jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak mengulangi kesalahan atau meningkatkan prestasi. Prestasi? prestasi patah hati, Rang?? Sampe kapan mau diem aja sedangkan kecengan loh selalu update status minta di-sms orang (yang tentunya bukan lo)?? Oke, mulai menyimpang dari judul, ya sudah lah. Semoga bermanfaat ya
Langganan:
Postingan (Atom)

